Tegar Di Atas Sunnah

Kabar Muslimah

Tipe Laki-Laki yang Harus Dijauhi Wanita

>> Selasa, 31 Agustus 2010

Tipe Laki-Laki yang Harus Dijauhi Wanita

واحذري هذا النوع من الرجال:

- المُخنث المتشبه بالنساء .

- الذي يتزوجك لجمالك ، فإنه إذا رأى أجمل منك تركك وذهب إليها .

- شارب الخمر أو المخدرات أو السجائر .

( حلاق النساء ( الكوافير .

( آكل الربا ( والذي يتعامل بالفوائد الربوية .

- المُرتشي .

- تارك الصلاة .

- احذري البخيل .

- احذري الديوث الذي يقر الخبث في أهل بيته ويسمح لهم بالتبرج ويأتي بآلات اللهو والمعازف والمرئيات ( من تلفاز وفيديو ) والتي يُعرض فيها ما يندى له الجبين .

- القبوري والذي يطَّوف حول القبر ويتوسل به ويطلب منه وينذر له ويشد الرِحال إلي الموالد .

- بائع المُسكرات بدأً بالخمور ومروراً بالمخدرات وانتهاءً بالسجائر ومعهم القهوجي .

- العامل في الفنادق السياحية والتي تقدم لحم الخنازير والخمر .

- المشعوذ والساحر الذي يعالج الناس باسم العلاج بالقرآن ويضع لهم الأحجبة والتمائم والأعمال .

* Saudariku, jauhilah jenis laki-laki seperti ini:

  1. Laki-laki banci yang meniru-niru perempuan.
  2. Laki-laki yang akan menikahimu semata-mata karena kecantikanmu, karena jika ia melihat wanita yang lebih cantik darimu, ia akan meninggalkanmu dan mengalihkan dirinya pada wanita yang lebih cantik tersebut.
  3. Laki-laki peminum khamr, pengguna obat bius dan penikmat rokok.
  4. Laki-laki yang pekerjaannya adalah penata rambut wanita.
  5. Pemakan harta riba, yang bermuamalah dengan transaksi ribawi.
  6. Laki-laki yang meninggalkan shalat.
  7. Laki-laki yang mau menerima suap.
  8. Laki-laki yang bakhil (pelit).
  9. Jauhilah pula laki-laki yang tidak punya rasa cemburu, yang hanya akan menempatkan hal-hal yang “kotor” di rumah keluarganya, dan membiarkan pula keluarganya tersebut berpenampilan memalukan. Ia pun akan mendatangimu dengan dengan membawa benda-benda yang sia-sia, alat-alat musik, kerjaannya hanya menonton televisi dan video. Yang muncul dari laki-laki ini hanyalah hal yang membuat dahi berkerut.
  10. Laki-laki quburi (penyembah kubur). Ia akan mengelilingi kuburan, bertawasul dengannya, meminta sesuatu kepada kuburan tersebut, bernadzar dengannya, dan ia pun suka bepergian ke tempat-tempat maulid.
  11. Laki-laki Penjual benda-benda yang memabukkan, mulai dari khamr, obat bius, dan rokok. Ia pun bergaul dengan para penjual arak.
  12. Laki-laki yang bekerja di hotel-hotel para turis, yang menyediakan daging babi dan minuman keras.
  13. Laki-laki ahli magis dan penyihir, yang mengobati manusia atas nama pengobatan Qur’ani. Ia memberi mereka jimat-jimat, benda tolak bala’, dan memberikan pekerjaan kepada manusia dengan sihirnya itu.

===========

Diterjemahkan dari pasal واحذري هذا النوع من الرجال kitab من تخترين, karya الشيخ ندا أبو أحمد .

sumber:
http://thalibatun.blogspot.com/2010/01/tipe-laki-laki-yang-harus-dijauhi.html


Read more...

Cermin

>> Senin, 30 Agustus 2010

Belajar dari cermin...
Ia memperlihatkan apa adanya yang tampak. Tiada dikurangi tiada dilebihkan.
Karenanya ia butuh bening bebas dari debu dan kusam, meski sekedar setitik saja.
Sebab setitik yang terbiarkan, menunggu waktu tepat untuk membersihkannya.. kelak tanpa kau sadari kusam telah menyelimutinya seluruhnya..
karenanya cermin butuh diperhatikan setiap saat
agar dengannya kau dapat melihat apa yang tadinya tak terlihat olehmu.
agar dengan biasnya mereka dapat melihat ketulusanmu

Belajar dari cermin
Bila kau tersenyum diakan kembali memberi senyuman seperti yang engkau berikan.
Dan bila garis kemarahan serta kesedihan yang bergelayut di wajahmu, maka darinya engkau tahu betapa buruknya rupa dari melihat kemarahan, berpatah asa..
Bukankah kita senang melihat yang menyenangkan kita, agar dengan rasa bahagia itu kita mampu bangkit meski untuk berdiri saja sulit.

_____________________________________________

tidak memberi kecuali dengan senyum terbaik :)

Read more...

Air Mata

Dzikir menghidupkan hati yang mati
Dzikir menyehatkan hati yang sakit
Dzikir menguatkan hati yang lemah

Siapakah yang tak memiliki nafsu? Berdosa, berbuat khilaf, dan berjalan sombong di bumi Allah..
Hanya hati yang berdzikir kemudian Allah selamatkan ia, rahmati nafsunya sehingga ia menjadi hamba yang senantiasa bernafsu pada kebajikan. Senang pada ketaatan, takut pada kemaksiatan. Nafsu yang muthmainnah.

Tak perlu bertanya apakah aku boleh menangis. Menangislah bila itu melembutkan hati yang mengeras. Menangislah bila ianya karena malu dan rindu yang membuncah pada Allah.
Menangislah! Lupakan pakaian apakah kau lelaki atau wanita.
Karena menangis demikian, bukan bukti kelemahan (cengeng).

Seorang kekasih selalu senang untuk sering menyebut nama kekasihnya. Mengingatnya dalam detik, menit, dan jam. Begitulah cinta bukan? Hanya kekasih yang sering mengingat Nya mendapat sapaan lembut 'wahai jiwa yang tenang', dalam beratnya sakratul maut


Read more...

Tekwan Bakso Tabusin

>> Jumat, 27 Agustus 2010


Sungguh menggoda selera bukan? Makanan berkuah asal Palembang ini, selalu menjadi menu favorit saya. Sayangnya, tekwan tidak lebih terkenal dari pempek, sehingga sulit ditemui. Mmm..jadi ingin berkunjung ke Palembang lagi, tapi kali ini mesti nanya sama teman yang asli Palembang dan tanyakan tempat kuliner yang lezat. Terutama menu tekwan nya...sluuurrpp

Tertarik untuk menjadikan tekwan sebagai menu lebaran anda? Berikut resepnya

bahan:
5 butir kemiri
8 siung bawang merah
4 siung bawang putih
bengkuang secukupnya (dipotong sedang, memanjang kaya kentang goreng)
jamur kuping *direndam terlebih dahulu dg air panas yuaa ;)
sedap malam
kaldu udang
bakso ikan tenggiri
bihun (atau soun)

bumbu:
lada putih, garam, en gula

bakso ikan:
250 g fillet ikan tenggiri, haluskan
2 putih telur ayam
1 sdm garam
200 g tepung sagu, ayak


cara mengolah..eng iii engg :D
- Bakso Ikan:
  1. Campur ikan, putih telur, dan garam, uleni hingga licin. Masukkan tepung sagu sedikit demi sedikit sambil uleni hingga kalis.
  2. Didihkan air. Ambil 1 sdm adonan, bulatkan dengan bantuan dua buah sendok teh. Masak hingga adonan matang dan terapung. Angkat. Tiriskan.
- Tekwan bakso:
  1. kemiri + bawang putih + bawang merah dicincang halus, atau di blender jg oke ...lalu di tumis sampe wangi (sluurrppp)
  2. tumisan td dimasukkan ke dalam rebusan kaldu, masukkan juga: sedap malam, jamur kuping yg sdh direndam, lada putih, gula pasir secukupnya (pengganti penyedap), garam, bakso ikan
  3. makanan siap disajikan :)
ohiyaa ada yg ktinggalan...taburin ikan asing yang dicincang halus diatasnya yaaa. namanya juga tekwan bakso tabusin, tekwan bakso tabur ikan asinn...hehehe

__________________________________
artikel terkait
sendal cewe Hand Made
udang ayam nugget
sehatkah diet tidak makan nasi?
Pastikan display ads anda semenarik ini

Read more...

Perut, cermin diri

>> Rabu, 25 Agustus 2010

"Hai orang - orang yang beriman, makanlah di antara rejeki yang baik - baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar - benar hanya kepadaNya kamu menyembah."
(Al-Baqarah 172)

...
Ramadhan, dalam makna yang dekat dengan perut adalah saat kita mampu menjaga makanan kita agar terjaminkan kedekatan agung dengan Allah. Di saat puasa, kita jaga pencernaan kita dari yang halal dan thayyib sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari semata karena mentaati Allah dan Mecintainya. Maka sungguh ia menjadi cermin, bahwa di luar Ramadhan, kita harus menjaganya dari yang syubhat dan yang haram. Jika dari yang halal saja kita bisa menjaga -selama Ramadhan-, maka dari yang syubhat, apalagii haram, insyaAllah kita bisa. Kita bisa! Maka itulah makna puasa. Itulah produknya. Itulah taqwa dalam maknanya bagi perut kita: Berhati - hatilah menjaga makananmu!

Karena sekerat daging yang tumbuh dari barang haram, maka neraka lebih layak baginya. Karena darah yang mengalir dari saripati makanan haram, syaithan berselancar ria di pembuluh - pembuluhnya. Karena anggota tubuh yang dialirinya, mudah terresonasi oleh frekuensi kema'siatan. Tergetar hati bukan oleh asma Allah, tetapi oleh selainnya. Berdesir jantung kita bukan oleh kalimat - kalimatNya yang suci mulia, tetapi justru oleh huruf, suara, dan rerupa yang menjijikkan nista.



Jagalah makananmu, begitu Ramadhan berpesan. Karena, betapa setiap tetes barang haram menjauhkan kita dari Allah selautan. Setiap keratnya, menghalangi doa - doa dan komunikasi mesra kita denganNya sekuat benteng beton berlapis sejuta.

Semoga pesan Ramadhan pada perut kita menggema hingga ke liuk - liuk usus
...
(tulisan diambil dari "saksikan bahwa aku seorang muslim")

Marhaban yaa Syahra Ramadhan

Semoga Allah berikan umur yang barokah sehinggakan kita bisa menikmati diri mengisi hari - hari dengan amalan yang semakin mendekatkan diri kita denganNya.

Selamat menikmati jamuan Allah di bulan Ramadhan. Menikmati manisnya iman. Mohon maaf lahir bathin.
semoga kia senantiasa...
- menjaga shalat, agar tidak termasuk orang yang berpuasa namun tak shalat
“Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)

- menjaga shalat berjamaah, terlebih bila seseorang itu segar, kuat, mempunyai waktu luang, dan tidak memiliki uzur say'i

- menjaga mata dari melihat yang diharamkan, menjaga telinga dari mendengar yang haram serta sia - sia *perbanyak mendengar murattal aja lagi bagus, berpahala udah gitu bisa sekalian memperbaiki tajwid kita ;), dan tentunya menjaga lisan dari segala kesiaan. Karena Allah tak butuh haus dan laparnya lisan orang yang senang bergunjing, berdusta, mencela, dan kesana kemari menabur bunyi - bunyi kesiaan.

- hadiri majelis ilmu, halaqoh

- perbanyak amalan - amalan yang mendekatkan diri kepada Allah

- menjaga makanan! Makanlah yang HALAL, karena HALAL itu PENTING dan ianya tanda syukur bila kita benar - benar hanya kepada Allah menyembah.

Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu :)

di tulis di facebook on Friday, July 23, 2010





Read more...

FB

"Perempuan klo sudah menikah, sebaiknya tidak fesbukan.", pendapat abang saya sebagai seorang lelaki.

"Tapi..", lanjutnya. Bagaimana kelanjutan dari "tapi"? Nanti saya bagi :P

Facebook, sejauh ini saya sangat setuju dengan pendapat penulis disini. Bisa jadi dengan fesbukan ada manfaatnya. Semisal, memasarkan bisnis, menghubungkan, mempertemukan kita dengan kawan lama yang telah bertahun - tahun kehilangan komunikasi. Bahkan dengan kecanggihan yang difasilitasi fesbuk, mampu memperpendek jarak bermil - mil. Seakan tiada tembok pembatas lagi antara kita dengan sesiapapun yang hendak kita temui. Menyapa, mengobrol, berbagi cerita, hobi, dan gambar, menjadi teramat mudah. Sayangnya, bila kita kurang berhati - hati mensiasati nafsu, maka yang terjadi adalah jempol ini dengan mudahnya membagi hal - hal pribadi yang seharusnya tidak perlu dibagikan ke khalayak banyak., lewat apdetan status. Sebenarnya pula bahasa status itu hanya ditujukan ke orang tertentu saja. Semisal seorang atau beberapa orang yang memang memiliki keterikatan emosional akan hal yang dimaksud. (Nahloh?? tapi dibaca banyak orang)

Saya pribadi punya akun fesbuk. Pertama, ianya demi mempertemukan dan menghubungkan saya dengan kawan lama yang jaraknya bermil - mil jauhnya. Manfaat kedua, tempat curhat saya ketika tulisan tidak mengenal waktu dan tempat, seenaknya berdesak - desakan hendak segera keluar dari kepala saya. Terkadang membaginya dengan bahasa singkat ala status, seringnya lewat note.

Namun kemudian, saya memutuskan untuk meninggalkan akun tersebut setelah mendengar lalu memikirkan masak - masak nasehat seorang ust dalam tanya jawab 'Bahaya fitnah syahwat' yang diasuhnya. Ketika itu ada yang bertanya "Apakah boleh seorang wanita bergabung di facebook?". Jawab beliau yang saya tangkap yakni: meskipun niat kita bergabung fesbuk adalah bertujuan dakwah, namun kita tidak pernah tahu kapan kita tergelincir (seperti yang diungkapkan dalam tulisan 'ketika iffah mulai luntur (dibalik fenomena facebook'). Karena sunnatullah nya, iman itu naik turun. Untuk lebih jelasnya, silakan simak nasehat tentang Facebook disini.

Ohiya tentang lanjutan obrolan dengan abang saya tadi. Dia bilang begini untuk menanggapi saya yang telah memutuskan off dari fesbuk, "tapiii....karena kamu belum nikah ini. Ya gapapa kale fesbukan. Kali aja ketemu jodoh..haha". (Ealaaahh gusraaakk _ _").

Abang yang gaul memang. Tetapi setidaknya membuat saya tahu pendapat jujur lelaki melihat fenomena wanita dengan facebook-nya. Semakin membulatkan niat untuk meningglkan akun. Lalu kembali menjalin silaturahmi dan berdakwah sebagaimana biasanya sebelum mengenal fesbuk.

Demikian kenapa YM saya jarang ol dan ID saya tidak kawan - kawan temukan lagi di Facebook. Semoga Allah senantiasa memberikan pertolonganNya agar tulisan - tulisan yang ada bermanfaat bagi kita semua. Dan insyaAllah silaturahmi tetap terjalin meski tanpa f-e-s-b-u-k...daripada lewat fesbuk, klo ada yang mau kirim kolak langsung ke rumah aja yaa. lebih nyata dayooo :)..hehe

Read more...

Perempuan dan Beladiri

>> Selasa, 24 Agustus 2010

"Sebelum datang ke dojo, saya sudah mencari tahu apa - apa saja yang terkait dengan beladiri ini. Termasuk sejarah, istilah - istilahnya, serta prinsip dari tiap gerakan dalam beladiri ini. Dari apa yang saya ketahui, saya percaya setiap gerakan yang ada tidak membuat saya kehilangan fitrah saya sebagai perempuan. Maksudnya, meski ianya sebuah beladiri yang didominasi kaum lelaki, namun pola gerakan yang berprinsip untuk mempertahankan diri dari serangan dan bukan menyerang, menjadikannya cocok dengan apa yang saya cari dalam mempelajari dan menguasai ilmu beladiri. Ditambah pula, sepertinya saya tetap bisa berpenampilan feminim, Sei. Tidak kelaki-lakian (Hehehe..padahal cukup kaku dan formal di awal memperkenalkan diri. Tapi melihat sensei dan minnasan yang pembawaannya ramah, membuat saya sedikit lebih rilex :D). Karenanya saya memutuskan memilih bergabung -pada beladiri tersebut- diantara banyak beladiri yang ada! Mohon bantuannya. Sekian. Doumo arigatou."

Tidak ada yang tahu ketika itu, pengamatan selama latihan membuat saya pulang ke rumah membawa kebimbangan.


Perjumpaan pertama telah membuat saya jatuh hati pada beladiri itu, pada matras itu. Akan tetapi, memutuskan untuk totally terjun ke dalamnya dengan segala konsekuensi yang ada? (Yakni campur baur dengan lelaki) Membuat saya berat untuk datang kembali. Terlebih sensei yang sedikit banyaknya memahami adab pergaulan dalam islam (asyiiikk nemu sensei yang paham agama..jarang-jarang ih), ternyata tidak bisa bertindak lebih dengan memberi pengecualian bagi saya untuk tidak berpasangan dengan rekan lelaki dalam setiap latihan. Nahloh? Bagaimana ini? Bersalaman dengan yang bukan mahram aja berat banget dosanya.

Jadilah pergelutan yang hebat antara logika dan hati. Si logika mengatakan kepada saya bahwa beladiri dirasa perlu bagi saya, terlebih jaman yang kini makin edan. Pelecehan dan tindakan kriminal yang kerap mengintip para perempuan. Tidak siang tidak malam. Keluar rumah bersendiri mulai tidak aman, meski keluar rumahnya perempuan bertujuan untuk hadir di halaqoh sekalipun. Lagipula dengan beladiri tubuh menjadi sehat. Ini modal yang bagus bila suatu saat harus terjun ke medan dakwah yang berat? (ke masjid yang banyak anak tangganya maksudnya, jadi biar gak ngos-ngosan menapaki tiap anak tangga..hehehe)

Tibalah giliran sekeping hati untuk menyampaikan argumentasinya. Cukup dengan bicaranya yang lembut dan vokal yang jelas, mengingatkan satu hal saja: Wahai diri..bila engkau menemukan tidak ada yang salah akannya, lalu mengapa engkau meragu untuk segera bergabung?

Logika kalah telak. Surat mengundurkan diripun langsung disampaikan kepada sensei. Karena sadar sebenarnya ia tidak benar - benar memiliki dalih pembenaran yang membolehkannya. Lagipula dalam sadarnya, jauh sebelum jatuh hati pada matras itu, pada seni beladiri dari jepang itu. Kehidupan telah mengajarkan satu hal penting: Bila saja mengijinkan diri melakukan kesalahan kecil, maka bersiaplah terjebak untuk melakukan kesalahan - kesalahan kecil lainnya. Maksudnya, bila diri sekali saja membuat dalih pembenaran untuk mebolehkan diri kita melanggar apa yang jelas - jelas dilarang agama, maka kedepannya pertahanan kita menjadi lemah. Tak sanggup bertahan ketika nafsu berbisik menggoda "ah gapapa. sekali ini saja kok. lagian bukan dosa besar inikan?"

"Apa yang kamu lakukan jika suatu saat seorang penjahat menyerangmu?" logika dari luar datang membujuk kembali, berusaha menggoyahkan keputusan membulat yang telah memilih suara hati untuk tidak jadi bergabung.

Alhamdulillah. Kini, kesabaran itu berbuah hasil. InsyaAllah tahun depan mereka berencana membuka dojo khusus perempuan.

Beladiri memang perlu. Tetapi menjaga hijab lebih utama :)


_____________________________________
artikel terkait:
Mengintip Seputar Campur Baur Laki-Laki dan Perempuan

Read more...

This is not for everyone

>> Senin, 23 Agustus 2010

Perjalanan itu penuh liku. Ada naik ada datar, tanjakan, kadangkala pula curam. Meski tidak menutup kemungkinan ada yang lurus mulus saja.

Perjalanan itu banyak pilihan pula. Ada yang butuh berbelok dahulu. Ada yang perlu di lalui dengan berbagai rute. Namun, ada pula yang lurus mulus saja.

Bermuaranya pada satu tujuan: Penghambaan. Penghambaan kepada Allah Ta'ala. Seperti yang sering kita lafazkan setiap harinya dalam shalat - shalat kita. Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan.

Ada yang menangis dalam tawanya, adapula yang bahkan tidak mampu menangis dalam sedih. Ada yang tersadar ketika jatuh, ada pula yang tak sadar kenapa dia perlu terjatuh.

Ketika seseorang bercerita kepadaku bahwa dia butuh lima tahun untuk menjadi sekarang, menegakkan dan menunaikan shalat sebagimana perintah Allah. Dan semakin meningkat kesungguhan untuk benar - benar menjalankan perintah Allah ketika ujian keikhlasan menimpa keluarganya -Merelakan ruh yang kembali ke Rahmat Illahi-. Apa yang dirasa olehnya -aku butuh perjalanan berbelok, be-rute untuk menyadari kekhilafan, lalu datang bersungguh - sungguh kepada Allah.- Kesediaannya untuk bertutur, berbagi hikmah, maka satu yang pasti bagi aku dan dia: this is not for everyone. this will always be mine.. (mengutip lirik Quatro-nya The Morning After)


Mengapa begitu? Karena kita adalah makhluk yang lemah. Allah yang Maha Berkehendak lah yang menjadikan perjalanannya sebagai jembatan baginya untuk menemukan Hidayah Allah. Dan Allah yang Maha Berkehendak jua lah yang menjadikan sesiapapun yang mendengar pengalaman hidupnya mampu menjadikannya pelajaran untuk semakin jatuh cinta pada Allah. Pada islam. Pada harapan akan Ridho Nya.

This is not for everyone adalah sesuatu yang tak bisa dijelaskan kepada sesiapapun jua bila ia datang padamu. Hanya bisa di bagi. Karenanya ketika tidak ada seorang pun yang mengerti apa yang kau rasa? Allah yang Maha Mengetahui Maha Berkehendak, lebih memahami hamba Nya.

Kita tidak pernah tahu apa, kapan, dan bagaimana hidayah Allah datang kepada kita. Namun, ketika kita rasakan petunjuk Allah itu datang memenuhi rongga dada. Maka, bersegeralah menyambut petunjuk itu. Datang dan menghadapkan wajah kepada Allah. Takbir dan bersujud.


semoga senantiasa istiqomah
senantiasa bersabar, ikhlas dalam mengerjakan ketaatan pada Allah



Read more...

Pertemuan rezeki dan jujur

>> Jumat, 20 Agustus 2010

Suatu ketika, aku kehilangan sebuah handphone. Mungkin karena handphone tersebut baru saja ada di tanganku, jadinya tidak terbiasa dan belum akrab akan kehadirannya (hehe). Karena kelalaian itu, jadi aja ketika handphone tersebut jatuh dari saku baju, ianya tidak terasa. Padahal saat itu, aku dan adik mendengar ada suara benda jatuh. Kami hanya saling bertanya ada apa (nahloh?? gusraaakk...). Adik sempat meminta ku untuk cek ban belakang apakah ada yang nyangkut. Juga memastikan plat kendaraan di belakang apakah masih berada di tempatnya atau tidak? Semuanya aman, jawabku. Sungguh, sama sekali tidak terfikirkan, handphone di saku kananku lah yang barusan meloncat dari saku akibat melaju kencang di jalanan berlubang itu.

Setiba di warnet. Keringat mengucur deras di dahi. Kurogoh saku baju kanan. Memastikan sekali lagi saku sebelah kiri, tiap detail tas, meja warnet, atau mana saja tempat yang kuhampiri. Tidak ada! Aku tak menemukannya dimanapun. "dimana handphone ku?".

Sebisa mungkin berusaha menguasai diri dari garis - garis panik yang semakin tajam. Semua pengontrolan diri seketika lemah dan membuat asaku lemas lunglai ketika nada tersambung ke nomor handphone tersebut, diangkat oleh suara berat milik seorang lelaki. "astaghfirullah..siapa orang yang sedang bicara di seberang sana? Kenapa handphone ku ada sama dia?"

Penuturannya, handphone tersebut ia temukan di jalan. Ditunggunya cukup lama, berharap aku menyadari kehilangan handphone, lalu berhasil menemukan titik lokasi jatuhnya sang handphone. Tetapi aku tidak kunjung terlihat. Tidak pula ada yang datang mengakui kepemilikan. Malam yang semakin pekat memanggilnya pulang. Satu jam menungu di rasa cukup baginya. Sebuah pesan ia tinggalkan ke pedagang kios sekitar, meninggalkan nomor handphone miliknya bila sewaktu - waktu pemilik hp datang mencari hape nya. Bahkan ia telah pula menghubungi nomor yang ia duga kakak dari pemilik handphone. Namun, sayangnya suara di seberang kebingungan. Sama halnya seperti suara yang ia temukan saat ini. Suara si pemilik handphone.

"Maaf mas, batre hp saya benar - benar kosong. Tinggal menunggu off. Adik saya sedang dalam perjalanan menuju ke tempat anda. Maaf banget merepotkan, mohon ditunggu di tempat anda berada sekarang."

-------------------------------sambungan terputus.

Apakah mungkin handphone ku benar - benar kembali ke tanganku? Ini seperti mimpi saja. Aku berada dalam titik tidak berdaya kecuali pertolongan dari Allah.

Maha Suci Allah yang Maha Penolong, mengatur sedemikian rupa ke tangan siapa handphone tersebut ditemukan, pada orang yang menjadikan kejujuran adalah hal terpenting dalam hidup. Sehingga handphone ku kembali dengan selamat ke tanganku. Bahkan lelaki yang menemukannya tidak meminta imbalan apapun atas perbuatannya.

Hari itu menjadi kisah tak terlupakan dan membuatku tersipu malu dengan kebaikan Allah. Ketika Allah sudah berkehendak memberikan rejeki, maka siapakah yang dapat menghalanginya? Subhanallah.

Read more...

Mensikapi HTS

>> Kamis, 19 Agustus 2010

Keimanan sunatullahnya naik dan turun. Begitu juga kesalehan, tak dapat diukur hanya dari sepotong label berjudul ikhwan, akhwat, anak ustadz, atau sekedar ngaji tak ngaji. Keimanan dan kesalehan lebih bermuara pada hati yang bersih, niat yang ikhlas, amal yang banyak manfaat dan perilaku yang mencerminkan akhlaqul karimah.

Seperti yang terungkap pada tulisan yang lalu, Hubungan Tanpa Status (HTS), sebuah fenomena pergaulan baru sebagai gejala rasionalisasi percintaan ala anak-anak muda yang mengaku aktivis dakwah. Ini jelas merusak kesucian hati. Mereka “punya rasa" satu sama lain, namun sedapat mungkin berupaya tidak melanggar pagar-pagar adab bergaul, yang kadang berhasil, kadang tidak. Mengaku tidak pacaran, tetapi kerap berdekatan. Secara fisik, juga emosi, Dalam rapat organisasi, dalam kegiatan kuliah, hingga aktivitas-aktivitas berlabel dakwah itu sendiri. Jalannya? Ya macam-macam. Pertemuan-pertemuan ‘tak’ disengaja, keperluan-keperluan yang terencana dengan memilih tempat-tempat umum dan terbuka bila ada perlu ‘berduaan’, atau saling telepon, sms, email hingga chatting yang bersambungan untuk bermacam urusan mulai dari yang penting hingga mengarah pada curhat soal pribadi. Itulah rasionalisasi. Makanya, meski tanpa ikrar maupun janji yang pasti, bisa dikatakan setiap orang tahu, siapa ‘punya’ siapa, atau siapa ‘ngetek’ siapa. Ya itulah yang terjadi pada ‘pelaku-pelaku’ HTS yang masih muda dan tengah menerima gempuran syahwat yang menerjang dari segala arah.


Soal suka-sukaan ini memang fenomena, jangankan yang sudah dewasa, yang baru lulus SD masuk SMP sudah banyak yang saling menelepon. Karena lingkungan sosial di luar ’mengajarkan’ begitu. Anak jadi terlalu cepat dewasa dan perempuan mulai kehilangan rasa malu. Kalau itu terjadi pada anak yang baru SMA, tingkat 1, tingkat 2, itu hal yang logis dan wajar, meski bukan hal yang benar. Tapi untuk yang sudah lebih dari itu, mestinya lebih bisa mengendalikan diri dan mengontrol emosi serta perasaannya.

Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa itu sesuatu yang sifatnya manusiawi. Pada dasarnya, memasuki usia remaja hormon-hormon seksual akan berkembang, sehingga sensitivitas setiap manusia terhadap lawan jenis pun berkembang pesat. Rasa suka dan ketertarikan ini tak perlu dibunuh. Sebab perasaan memang tak bisa dibunuh. Namun, perasaan ini dapat diredam, dan perilakunya tentu dapat dikendalikan dalam bingkai nilai yang benar.

Sebelum anak-anak muda kita semakin tak terarah, sebelum mereka merasa semakin jauh dan gersang dengan ‘rutinitas’ yang disodorkan, mari kita raih kembali hati mereka dengan menjadi orangtua sekaligus sahabat mereka. Lantas, bagaimana kita sernua menyikapi fenomena yang meresahkan ini?

Mengharapkan anak-anak muda ini sadar sendiri pun berat juga. Perlu ada penguatan hubungan batin diantara orangtua dan anak, murobbi dengan mutarobbi serta kontrol orangtua dan murobbi terhadap lingkungan pergaulan mereka.

Orang tua memegang peranan penting. Komunikasi dua arah yang sudah dijalin dengan baik sejak anak masih kecil akan merekatkan ikatan antara orangtua dan anak sampai mereka dewasa. Komunikasi yang dinilai paling efektif adalah saat orangtua menempatkan diri sebagai sahabat bagi anak-anaknya. Anak merasa bisa bicara apa saja dengan orangtuanya, termasuk membicarakan ketertarikan mereka pada lawan jenisnya. Dengan komunikasi yang lancar, orangtua bisa tahu semua perasaan anak-anaknya dan pada waktu yang tepat memberi saran, nasehat yang dibutuhkan anak, termasuk norma-norma agama yang tak boleh dilanggar dalam pergaulan lawan jenis. Satu lagi yang tak boleh diabaikan adalah kewibawaan orang tua. Walau orang tua bisa memposisikan diri sebagai teman atau sahabat buat anak, bukan berarti orangtua jadi hilang wibawa di depan anak-anaknya. Wibawa orangtua akan membuat anak taat pada segala kebaikan yang dipesankan ayah dan ibunya. Dimanapun dia akan selalu ingat nasehat kedua orangtuanya dan tak akan mengkhianati kepercayaan yang mereka berikan. Karenanya sudah selayaknya orangtua bisa membangun wibawanya di depan anak, selain juga harus bisa menjadi sahabat anak.

Berikutnya adalah murobbi. Peran murabbi sejak awal begitu besar buat para mutarabbi (binaan) dalam menapaki aktivitas dakwah juga dalam berperilaku. Murabbi yang aspiratif dan bersikap bagai sahabat adalah dambaan setiap mutarabbi. Wawasan yang luas soal pergaulan dan keterbukaan murabbi, terutama yang membina anak-anak muda, amat diperlukan. Berat memang, tapi tugas dakwah memang tak ringan.

Selanjutnya adalah peran lingkungan sosial. Makanya, meskipun setiap manusia memiliki kesamaan kecenderungan nafsu, namun implementasinya tergantung sekali pada lingkungan. Sebab lingkunganlah yang akan membentuk manusia akan jadi seperti apa dalam menjalani hidupnya. Dan ternyata, HTS antara seorang ikhwan dan akhwat biasanya sudah diketahui oleh ikhwah lainnya. Namun, entah merasa ini urusan pribadi seseorang, atau merasa sungkan untuk menegur, perilaku HTS ‘seolah’ mendapat tempat di kalangan aktivis muda. Rasa sungkan ini bisa berakibat fatal bagi kebersihan dakwah itu sendiri. Keberanian untuk saling menasehati adalah sumbangsih besar buat kelangsungan dan keberhasilan dakwah.

Boleh dibilang, anak tarbiyah sekarang adalah anak-anak yang tidak lahir dari masa-masa perjuangan dan tidak muncul dari proses kedewasaan yang utuh. Generasi seperti ini adalah generasi yang memahami sesuatu tidak dalam konteks bagaimana dia memperjuangkan itu. Maka timbullah gejala hipokritisme. Mereka akan berusaha mensiasati apa yang dimau. Ini boleh jadi ekses dari pola pembinaan atau tarbiyah yang makin kehilangan orientasi. Solusinya tarbiyah harus memberikan ruang lebih bagus. Berikan mereka pemahaman yang lebih substantif, seperti tauhid dan perjuangan.

Fenomena HTS di kalangan aktivis dakwah sebagai sebuah pe-er bagi para pengarah manhaj tarbiyah untuk memikirkan kondisi pergaulan masa kini secara komprehensif baik dari sisi syariah, psikologis maupun sosial. Pelakunya memang individu, tetapi perilaku mereka tentu juga sangat dipengaruhi kebijakan-kebijakan sistem tarbiyah itu sendiri. Karena itu dengan kontrol yang diimbangi solusi taktis yang jelas, kita berharap bisa meminimalisasi rasionalisasi-rasionalisasi dari pelaku tarbiyah untuk berlarut-larut terbuai dalam hubungan tanpa status. Amiin ya robbal ’alamin.

sumber: lentera kehidupan

Read more...

katakan InsyaAllah

>> Selasa, 17 Agustus 2010

"sepp..insyaAllah kita bertemu di lobi RS jam 11 ya", sebait sms dariku sebelum mendapati bahwa ternyata itu pulsa terkahir.

Manusia berencana, namun dengan ijin Allah yang Maha Berkehendak lah segala sesuatunya dapat berjalan dengan lancar tanpa halangan sedikitpun. Inilah yang terjadi hari ini. Berencana hendak membesuk sahabat ketika di SMA yang sedang terbaring lemah di RS tidak berjalan mulus sesuai rencana yang telah ku rancang.

Tugas yang tak terelakkan serta tidak ada satupun yang bersedia sebentar saja menggantikan peranku untuk menangani bisnis yang kami jalani ini (
maklum masih ada yang berpendapat, puasa membuat jam segini -jam 11 siang- sangat berarti untuk mengganti jam tidur..hihi), memaksa diri untuk menerima kenyataan ini "oh tidaaakk...!! tidak ada yang mengerti posisiku!" (
gusraaakk...lebay.comm). Apa yang kulakukan? Tentu saja segera mengatur rencana berikutnya (..Dengan ijin Mu ya Allah, semoga Engkau perkenankan :) ). Menjadual ulang rencana membesuk. Yang tadinya janjian di lobi Rumah Sakit jam 11, berubah menjadi jam 2-an.

Ya. Hal - hal yang tak terduga bisa datang begitu saja. Pulsa yang ternyata habis, ketika hendak mengisi ada client yang tiba - tiba saja datang. Rekan yang menggantikan kurang tidur sehingga butuh istirahat dan baru siang bisa menggantikan. Urusan dengan client yang belum selesai. Membantu adik yang mengundang tamu untuk menyiapkan ifthar di rumah. MasyaAllah..semuanya datang begitu saja, jauh dari dugaan ketika mengatur jam janjian untuk membesuk bersama.

Nasib, negosiasi pengaturan ulang jadual besuk berbenturan dengan teman yang lain. Yasudahlah..Tekad sudah membulat maka harus ditunaikan "Pokoknya meskipun sendiri, hari ini hamba tetap membesuk hambaMu yang sedang sakit ya Rabb. Mudahkan jalan hamba wahai Allah yang Maha Pengasih ;)!"

Masih di ruko. Sambil menunggu jam dua tiba, ada hal menarik yang terus saja kupikirkan meski jemariku sibuk klik sana klik sini demi membaca semua artikel menarik. Tentang InsyaAllah
"Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu : " Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut) 'Insya Allah'." ( QS Al Kahfi : 23-24).
Betapa ianya menjadi sebuah kebutuhan untuk senantiasa disertakan dalam perbuatan yang hendak dilakukan. Sebuah adab. Sebuah pernyataan bahwa kita telah bertekad, berazzam hendak menunaikan suatu perbuatan. Jelas ada kesungguhan untuk memenuhinya, namun semuanya itu kita kembalikan kepada Allah yang Maha Mengetahui. Menyandarkan segala urusan pada kehendak Allah. Mmm..tetapi ini bukan seperti yang pernah kita temukan dalam keseharian mereka yang menggunakannya -insyaAllah- sebagai suatu ucapan dengan niat untuk tidak bersungguh - sungguh dengan janjinya loh ya. Lalu kelak ketika orang yang dijanjikan datang menuntut janji yang belum terpenuhi itu, seenaknya berdalih "kan aku bilang insyaAllah" (??? sungguh mengherankan _ _")

Alhamdulillah tiba di Rumah Sakit dengan selamat, meski sempat salah lift. Seharusnya aku menggunakan lift dari pintu belakang bukannya lift dari pintu utama. Jadi aja nyasar ke kamar inap ibu bersalin (*blushing*).

Subhanallah nya, aku bertemu sahabat SMA ku yang kemarin berhalangan hadir ifthar di rumahku. Wow...ternyata inilah kenapa Allah menakdirkan aku untuk datang jam 2-an saja. Karena Dia Maha Mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Aku bertemu teman yang dari kemarin sangat ingin kutemui, tapi selalu saja tidak pas waktunya.

(ditulis pada 17Agust'10, tapi baru disempurnakan dan dipublish 18Agust'10..hehe)




Read more...

Kiat Sukses Jadi Muslim Pengusaha

>> Senin, 16 Agustus 2010

Pengusaha yang sukses tidak hanya sekedar kaya secara materi. "Pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang sukses dunia maupun akhirat. Itulah para Muslim Pengusaha, " tutur Winarto AR pada workshop bertajuk " How to Start a Business" yang digelar komunitas pengusahamuslim.com di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Winarto, seorang Muslim yang ingin sukses menjadi pengusaha harus memenuhi dua kriteria. Selain harus profesional papar dia, seorang Muslim pengusaha pun harus memiliki basis syariah. "Yakni, menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam bisnisnya," ungkap pengusaha dan konsultan properti ini.

Berbekal kedua kreiteria itu, lanjut Winarto, bisnis pun akan berkah, mudah, dan lancar. Ia menambahkan, Muslim pengusaha yang baik selalu berhati-hati dalam menjalankan roda bisnisnya sehingga tidak tergelincir pada hal-hal yang dilarang atau dimurkai Allah SWT. " Pengusaha yang telah berbisnis selama puluhan tahun itu menegaskan, seoarang Muslim pengusaha tak boleh mengurangi takaran atau timbangan dan juga dilarang menyuap. Anda tentu bertanya langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan oleh seorang Muslim agar menjadi pengusaha sukses?

Pendiri dan Chairman PT Zahir Internasioanl Fadil Fuad Basymeleh, mengungkapan, setidaknya ada 10 langkah untuk menjadi Muslim Pengusaha yang berhasil, Pertama, harus ada motivasi yang kuat untuk menjadi orang yang sukses."tulislah 50 mimpi Anda yang hebat-hebat. Tempel daftar tersebut di dinding sehingga anda bisa membacanya setiap hari, terutama di saat semangat Anda menurun."

Kedua, pekuat tawakal kepada Allah. Fadil pun mengutip Alquran surat Ali Imran ayat 159, yang artinya," Apabila kamu suda berazam, maka bertawakallah kepada Allah." Menurut dia, dengan bertawakal, seorang Muslim akan menitipkan masa depan diri, keluarga, maupun usaha kita kepada Allah sambil berikhtiar.

Peraih penghargaan wirausahawan terbaik dan APICTA Award untuk produk Zahir Accounting itu menambahkan, kunci sukses yang ketiga, yakni jangan memaksakan diri untuk berbisnis sesuai dengan gambaran ideal yang anda miliki.

"Mulailah dengan peluang dan kesempatan yang ada di tangan Anda. Percayalah kepada takdir dan rezeki Allah."

Keempat, pilihlah bisnis yang dapat anda kuasai dengan cepat. "Intinya , manfaatkan tangible dan intangible assets yang and miliki, tuturnya. Langkah kelima adalah menentukan diferensiasi produk yang Anda hasilkan, sehingga berbeda dengan produk-produk lain yang sudah lebih dulu ada.

Langkah keenam, kata Fadil, pilihlah fokus bisnis dan bekerjalah secara fokus."Kalau fokus, kita akan lebih kuat dan kreatif." Tuturnya. Langkah ketujuh, mencakup dua hal. Yakni, carilah teman bisnis atau bermitralah. "Rosulullah menegaskan bahwa bila dua orang berserikat, maka Allah menjadi pihak yang ketiga, selama kedua orang atau salah satu orang tersebut tidak khianat. Usaha yang didalamnya Allah ikut serta sudah pasti berkah dan sukses."

Selain itu, jangan takut menggaji pegawai. "Jangan khawatir soal gaji karyawan. Sebab, yang menanggung rezeki karyawan kita itu adalah Allah SWT, bukan kita. Dalam Alquran Surah Az-Zukhruf ayat 32, Allah SWT menegaskan, akan menjamin rezeki makhluk-makhluk-Nya, termasuk karyawan kita."

Langkah kedelapan, hal yang tidak kalah pentingnya adalah perkuat kesabaran."Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu." Kada Fadil. Langkah kesembilan, hindari perbuatan dosa dan maksiat. Sebab, hal tersebut akan membuat hidup sempit dan tidak berkah.

Langkah kesepuluh, pelajarilah kunci-kunci pembuka rezeki."Kalau semua langkah ini diterapkan Insya Allah kita akan menjadi pengusaha yang sukses dunia dan akhirat."pungkasnya.

Sumber : Koran Republika 24 Mei 2009

diperoleh dari: pengusaha muslim


Read more...

kesungguhan

>> Jumat, 13 Agustus 2010

Ada yang menarik dari ceramah Ramadhan tadi malam..

Selain ust. yang terbilang masih muda, materi yang disampaikannya sarat akan ilmu yang sejatinya sering lalai dalam ingatan kita. Apakah ini karena kita terlampau mudah menganggapnya menjadi hal remeh? Terlalu sering membuat dalih pembenaran? Tentang kesungguhan. Kesungguhan kita dalam mengerjakan ketaatan pada Allah.

Read more...
English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

tamu

Pengikut

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP