Tegar Di Atas Sunnah

Kabar Muslimah

The Right Man In The Right Place

>> Rabu, 19 Januari 2011

Kemarin saya menerima forward email yang cukup menarik dari rekan saya. Di samping berbicara tentang urgensi dan signifikasi relationship, isi email tersebut juga bisa dibilang semakin mengukuhkan jargon: the right man in the right place can make all the difference. Berikut adalah isi email tersebut:

Terdapat tiga kaleng Coca Cola. Ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama. Sebuah truk kemudian datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng Coca Cola menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng Coca Cola pertama diturunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng Coca Cola lainnya dan diberi harga Rp4.000.

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas agar dingin dan dijual dengan harga Rp7.500.

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang lima yang sangat mewah. Kaleng Coca Cola ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang memesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng Coca Cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp60.000.

Pertanyaannya, mengapa ketiga kaleng Coca Cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama, dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama?

Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP.

Apabila Anda berada di lingkungan yang bisa mengeluarkan hal terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada dilingkungan yang meng-kerdil-kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.

(Orang yang sama, Bakat yang sama, Kemampuan yang sama) + Lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA.

Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan:

مَثَلُ الْـجَلِيْسِ الصَّالـِحِ وَالسُّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ. فَحَامِلُ الْـمِسْكِ إِمَّا أَنْ يَحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيْحًا خَبِيْثَةً

“Permisalan teman duduk yang baik dan teman duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian jelaslah, teman/lingkungan pasti akan memberi pengaruh kepada seseorang. Dengarkanlah berita dari Al-Qur`an yang mulia tentang penyesalan orang zalim pada hari kiamat nanti karena dulunya ketika di dunia berteman dengan orang yang sesat dan menyimpang, hingga ia terpengaruh ikut sesat dan menyimpang.

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَالَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً. يَاوَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلاً. لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ

جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

“Dan ingatlah hari ketika itu orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, ‘Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, andai kiranya dulu aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrabku. Sungguh ia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`an ketika Al-Qur`an itu telah datang kepadaku.’ Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al-Furqan: 27-29)


(sumber: blog Ustadz Adni http://adniku.wordpress.com/ dengan sedikit penambahan..

di tulis ulang dari note FB Afwan Khusus Muslimah)

Read more...

An - Naba

>> Selasa, 18 Januari 2011

Read more...

Anti Dapur

Padahal dulu, ketika masih berseragam abu - abu, dengan yakin aku mengambil suara untuk masuk dalam golongan wanita karir bila dewasa nanti. Gambarannya versi ku lebih kurang seperti ini: Perempuan tidak perlu memasak, kan bisa gaji pembantu untuk memasak serta bebersih rumah. Ada baby sitter juga untuk urus bayi, hoho. Pokoknya cari duit sendiri en gak mau bergantung pada suami. (tah hapa hapa kan? Ntah belajar dari siapa. Padahal ibuku seorang ibu rumah tangga tulen yang serba bisa. Ya masak, ya menjahit, ya mengurus anak, termasuk berpenghasilan sendiri meski dari rumah. Mungkin belajar dari film? Ntahlah aku juga lupa _ _"). Intinya dulu itu tidak pernah terfikir untuk jatuh cinta dengan rerupa pekerjaan rumah. Bebersih, memasak, mencuci baju, apalagi menjahit sendiri baju yang kusukai. Ah sungguh itu semua bukan jalan yang akan aku pilih bila dewasa nanti ketika dulu masih berseragam abu - abu!

Yang terjadi sekarang?
Tidak ada yang lebih menyenangkan selain menikmati hari 'aku' (hari dimana aku bisa menikmati waktuku dengan menghabiskan detik demi detik itu bersama hal - hal yang kusukai) dengan memasak, rerupa pekerjaan rumah itu. Yey! Kami cinta memasak. Kakak perempuanku, aku, serta adik perempuanku alhamdulillah bisa memasak dan memiliki keahlian di masakan tertentu (narsis dikit gapalah..hoho).

Kepada perempuan berseragam abu - abu yang nyasar ke blog ku..mohon dipertimbangkan kembali jika saat ini kamu tidak peduli dengan masak memasak. Sstt...Memasak itu menyenangkan loh :smile:
Dan kebanyakan perempuan yang dulu mengambil pilihan yang sama - anti dapur-, mengakui kini mereka kelabakan bahkan malu sendiri mendapati suaminya jago memasak dibandingkan mereka. hihi..alhamdulillah aku dan kamu punya kesempatan untuk tidak seperti mereka nantinya (maaf ya kami belajar dari pengalaman kalian..:P)

______________________________________
gara - gara wak tik minta resep roti isi daging, mengingatkan dapur kala diriku di sini...terjebak di ruangan yang jauh sekali kemiripannya dengan dapur, hikz... (dapur tulisan siy iya :nyengir:)

Read more...

Gundah

>> Minggu, 12 Desember 2010

Pada akhirnya tiada seorangpun yang tahu...
Cukuplah Allah tempat meminta
Dia yang Mengetahui apa - apa yang ghaib
Sebagaimana tiada sehelai daun gugur pun yang tiada diketahui Allah, maka bersabarlah atas pertolonganNya.

Kalau kita merasa betapa sulitnya mencari penghidupan dan dalam menjalani hidup ini, maka ingatlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Tiada suatu amalan pun yang mendekatkan ke surga kecuali aku telah perintahkan kalian dengannya dan tiada suatu amalan pun yang mendekatkan ke neraka kecuali aku telah larang kalian darinya. Sungguh salah seorang di antara kalian tidak akan lambat rizkinya. Sesungguhnya Jibril telah menyampaikan pada hatiku bahwa salah seorang dari kalian tidak akan keluar dari dunia (meninggal dunia) sampai disempurnakan rizkinya. Maka bertakwalah kepada Allah wahai manusia dan perbaguslah dalam mencari rizki. Maka apabila salah seorang di antara kalian merasa/menganggap bahwa rizkinya lambat maka janganlah mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah karena sesungguhnya keutamaan/karunia Allah tidak akan didapat dengan maksiat.” (HR. Al-Hakim)*

*(sumber: akhwat web)


Read more...
English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

tamu

Pengikut

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP