Tegar Di Atas Sunnah

Kabar Muslimah

Ayam Pop

>> Minggu, 23 September 2012

Resep Ayam Pop

Bahan:
1 Kg paha ayam dan dada ayam
air kelapa muda

Bumbu:
3 siung bawang putih, memarkan
5 lembar daun salam
1 lembar daun kunyit
5 lembar daun jeruk
2 batang sereh, memarkan
1 ruas jahe, memarkan
1 ruas lengkuas, memarkan
2 ruas kayu manih (kayu manis)
5 butir kapulaga
mentega secukupnya
garam secukupnya
seperti biasa, dapur oishii non vetsin sehingga kita disini kita menggunakan gula secukupnya untuk memberikan rasa gurih pada masakan.

cara memasak:
1. siapkan kuali, masukkan air kelapa muda beserta bumbu, lalu didihkan.
2. setelah air rebusan mendidih, masukkan daging ayam, rebus/ungkep ayam hingga kuahnya mengering, lalu tiriskan.
3. panaskan minyak, dan goreng ayam sebentar saja. (sekedar syaratnya aja karena ayam sebenaranya sudah matang ketika direbus/diungkep tadi). Jangan ditinggali ya karena bisa membuat ayam terlihat gosong :smile:.

Oya, makan ayam pop indak lamak tanpo lado nyo (makan ayam pop kurang mantap tanpa sambel nya). Lebih asyik lagi kalo dimakan ketika masih hangat di temani tahu dan tempe beserta sayur pucuak ubi (sayur daun singkong).


Sambal lado

Bahan:
segenggam cabe merah keriting (atau lebih kurang 7 buah)
5 buah cabe rawit (bagi yang menyukai pedes bisa lebih dari ini)
1 buah tomat merah
1 siung bawang putih
5 siung bawang merah

cara memasak sambal:
1. rebus bahan tadi secukupnya, lalu tiriskan.
2 kemudian giling halus, tambahkan garam dan gula secukupnya.
3. salin sambal ke dalam mangkok, tambahkan 2 sendok makan minyak sisa menggoreng ayam pop, diaduk.

ta--daa...ayam pop jo sambal lado siap disajikan.
selamat mancubo yo ^ ^

 



Read more...

Saat Nanti Kita Menjadi Ibu

>> Minggu, 16 September 2012

Saat Nanti Kita Menjadi Ibu

Saat nanti kita menjadi ibu, berkasih sayanglah kepada anak-anak kita seperti diteladankan oleh Ummu Hani' binti Abu Thalib.  Beliau begitu mengerti tentang agungnya hak seorang suami, sekaligus hak anak-anaknya. Maka ketika beliau telah berpisah dari suaminya karena keimanan, dan kemudian Rasulullah SAW meminangnya, namun dengan halus Ummu Hani menolak. Beliau berkata, “Sesungguhnya aku ini seorang ibu dari anak-anak yang membutuhkan perhatian yang menyita banyak waktu. Sementara aku mengetahui betapa besar hak suami. Aku khawatir tidak akan mampu untuk menunaikan hak-hak suami.” Mendengar hal itu, Rasulullah SAW pun akhirnya mengurungkan niatnya. Beliau mengatakan, “Sebaik-baik wanita penunggang unta adalah wanita Quraisy, sangat penyayang terhadap anak-anaknya.” Subhanallah, sang ibu rela berkorban, bahkan untuk tidak menjadi Ummul Mu'minin sekalipun demi memelihara anak-anaknya.

Saat nanti kita menjadi ibu, semoga Al-Khansa binti 'Amru bisa menjadi contoh teladan bagi kita. Seorang ibu yang ikhlas karena Allah menguatkan hati anak- anaknya untuk tetap teguh di jalan tauhid. Beliau bahkan bergembira saat harus kehilangan keempat putranya karena syahid. Semangatnya sebagai seorang ibu, menjadi penguat jiwa anak- anaknya untuk membela agama Allah. Keteguhannya dalam iman, mengalahkan perasaan kewanitaannya yang secara manusiawi sangat ingin selalu bersama anak- anaknya. Namun begitulah, bukan dunia yang beliau harapkan, tapi kampung akheratlah yang menjadi tujuan.  

Saat nanti kita menjadi ibu, milikilah iman dan jiwa seperti Asma’ binti Abu Bakar. Kalimat mulia yang diucapkan untuk anak- anaknya, bahkan terkenang abadi sampai sekarang, “Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),”. Kalimat itulah yang menghidupkan semangat sang anak tercinta Ibnu Zubair, untuk mempertahankan keimanan dan kemuliaan Islam, sampai akhirnya syahid pun di raihnya.

Saat nanti kita menjadi ibu, ucapkanlah untaian doa- doa mulia untuk anak- anak kita seperti yang dilakukan oleh Ummu Habibah. Beliau tiada henti selalu berdoa kepada Allah demi kemuliaan anak- anaknya. Sampai akhirnya sang anak berusia 14 tahun, dan mengutarakan niatnya untuk mencari ilmu, beliau memanjatkan berdoa, “Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu. Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya. Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, amin!”. Subhanallah, Allahpun mendengar pengharapan mulia dari ketulusan doa seorang ibu. Allah SWT kemudian memuliakan sang putra dengan ketinggian ilmu serta kebesaran namanya yang akan dikenang sepanjang sejarah. Putra beliau tersebut adalah Imam Syafi'i.

Saat nanti kita menjadi ibu, maka pastikan bahwa kita bersyukur dan sangat berbahagia dengan kehadiran putra kita, seperti Ummu Abdi binti Abdi Wud. Beliau begitu bangga dengan sang putra yang memasuki usia remaja, Abdullah bin Masâ'ud, yang memperlihatkan memar di wajahnya karena berani membacakan beberapa ayat dari surat Ar Rahman di hadapan para pembesar Quraysy yang sangat membenci ajaran Rasulullah SAW. Beliaupun juga dengan rela membuka hatinya untuk berislam, dan menanggalkan kepercayaan jahiliyahnya. Bahkan setelah itu, beliau beristiqomah dalam islam dan tak henti- hentinya bersyukur karena sang anak telah membelanya di kehidupan dunia dan menyelamatkan kehidupannya kelak di akhirat.

sumber: http://www.voa-islam.com/muslimah/article/2012/08/14/20238/saat-nanti-kita-menjadi-ibu/

Maafin mama kalo belum menjadi ibu yang baik buat mu ya...
semoga Allah melimpahkan kesabaran dan mekokohkan langkah di jalan-Nya yang lurus.
Semangaatt oish! Jangan menyerah, mintalah kepada Alllah dan terus meneruslah untuk memperbaiki diri. Setiap anak adalah karunia Allah dan Dia-lah Allah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba Nya. Tiadalah Dia membebani ujian yang melebihi dari kesanggupan hamba Nya.
Semangaaatt yaaa!! 
Banyak-banyaklah menuntut ilmu, duduk bersama orang yang shalih, dan bersabarlah dalam mendidik anak-anak karena butuh keikhlasan, kesabaran, kasih sayang serta tauladan yang baik untuk menjadikan mereka seorang yang berakhlak mulia, pejuang di jalan islam.

Read more...

Dampak Negatif Nonton Bola (Euro Spain vs Italy)

>> Selasa, 03 Juli 2012

Dampak Negatif Nonton Bola (Euro Spain vs Italy)

1. Shalat lima waktu dilalaikan karena menantikan goal atau menantikan adu penalti.
2. Pekerjaan kantor terabaikan karena pergi kerja dalam keadaan ngantuk.
3. Mata melihat aurat orang lain karena paha adalah aurat.
4. Musuh Allah (non muslim) jadi idola.
5. Waktu jadi sia-sia.

“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2318, shahih lighoirihi).

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568)

Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!”[8] Apalagi dengan begadang dapat melalaikan dari kewajiban shalat wajib dan kewajiban pekerjaan di kantor tidak bisa maksimal. Renungkanlah dengan hati yang dalam!

Ini hanyalah nasehat bagi siapa yang mau menerimanya. Tentunya yang kami inginkan hanyalah kebaikan bagi saudara-saudara kami. Karena kaum muslimin satu dan lainnya punya kewajiban untuk saling menasehati. “Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah” (QS. Hud: 88).

Selengkapnya baca artikel di rumaysho.com:
1. Gara-gara begadang nonton bola (http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html)
2. Waktu begitu berharga dibanding menonton bola (http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/3475-waktu-amat-berharga-dibanding-menonton-bola.html)
3. Aturan Islam dalam Olahraga Sepakbola (http://rumaysho.com/hukum-islam/umum/3465-aturan-islam-dalam-olahraga-sepakbola.html)

Read more...

Ayam Goreng Tepung tanpa Vetsin

>> Minggu, 01 Juli 2012

Berawal dari ketidakcocokan lidah (selera) kita sekeluarga dengan bumbu tepung jadi yang beredar di pasaran dikarenakan terlalu gurih, membuat saya berfikir untuk membuat bumbu tepung resep sendiri. Ceritanya bermodalkan pengalaman memasak Ikan Goreng Tepung Asam Manis, saya pikir "kenapa tidak untuk membuat bumbu tepung ayam goreng sendiri?" hmm....





Okz deh mari kita intip apa yang saya lakukan di dapur oishii untuk membuat ayam goreng tepung ala rumahan :smile:


Bahan:
1/2 Kg ayam
Tepung terigu
Garam secukupnya
Gula Secukupnya

Air es
Minyak Goreng secukupnya

Bumbu:
2 siung bawang putih
Lada secukupnya
3 buah Cabe merah keriting
2 buah kemiri
1/2 ruaa jari kunyit

Cara Memasak:
1. Giling halus bumbu. Lalu masukkan bumbu halus tadi berikut  5 sendok makan tepung terigu ke dalam wadah yang agak luas yang telah kita siapkan. Tambahkan garam dan gula secukupnya. Aduk hingga rata. Tuangkan air es sedikit demi sedikit hingga adonan menjadi kental.

2. Masukkan ayam yang sudah dibersihkan ke dalam wadah berbumbu. Uleni ayam dengan bumbu hingga merata. Gunakan garpu untuk menusuk daging agar bumbu meresap. Kemudian Masukkan daging ayam yang sudah diuleni bumbu ke dalam kulkas, diamkan hingga 30 menit.

3 Siapkan wadah untuk tepung yang kering. 
Tambahkan garam secukupnya ke dalam tepung, bisa juga ditambah lada bubuk atau cabe bubuk untuk mendapatkan rasa lebih pedas. Baluri ayam satu per satu dengan tepung. 

4. Panaskan minyak, lalu goreng ayam hingga matang. Angkat lalu tiriskan.

5. Sajikan dan ta-da....Ayam Goreng Tepung Tanpa Vetsin siap di santap untuk keluarga sehat ^ ^

Read more...
English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

tamu

Pengikut

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP