Terima Desain..display ads, furing bag, leaflet...etc

>> Jumat, 26 November 2010

Tips Presentasi

>> Rabu, 24 November 2010

"Bagaimana melakukan presentasi yang baik?", tanyaku begitu mengetahui bahwa ia baru saja selesai presentasi.

"Minta ke Allah, luruskan niat"

"lalu?"

"Ya tinggal presentasi."

Ah itu aku juga tahu, keluhku di hati. Kecewa sebab bukan jawaban itu yang kutunggu. Melainkan rerupa langkah yang tepat untuk presentasi sebagaimana pengalamannya.
---

Sesuatu membuatku memikirkan kembali jawaban singkat itu, lalu membawaku pada cerita empat tahun silam. Tentang seorang mahasiswi yang menggugat nilai UAS yang tertempel di papan pengumuman.













Read more...

Melepas Merpati

Kenapa mereka senang dengan hobi melepas merpati?
Kebiasaan yang dilakukan pagi hari dari beberapa orang yang kadang ku temui dalam perjalananku. Adakalanya ia seorang remaja laki tanggung, adakalanya seorang pemuda. Dengan penampilan kucelnya, memegang merpati di kiri kanan tangan mereka.

Apa yang mereka peroleh dari hobi tersebut ya?
:-?? cukup mengherankan melihatnya. Jadi mengingatkan adegan di film india getohh dewh..haha gubraakk ,,ketauan deh pernah nonton pelem hindia..ckckck.

Perlukah Menakuti - nakuti Anak?

>> Jumat, 12 November 2010

Seorang ibu kesulitan membuat anaknya yang sedang demam tinggi meminum resep obat yang diberikan dokter. "Nak, bagaimana kamu mau sembuh kalau tidak mau minum obat? Ayo minum obatnya ya."


Menakut - nakuti seolah menjadi cara praktis dan jitu untuk menghentikan mereka (anak - anak) dari apa yang sedang mereka kerjakan. Dalih pembenaran membuat orang dewasa merasa sah - sah saja dengan sikap ini. Sebagai contoh:

1. Misalnya kita khawatir anak tersebut terpeleset di kamar mandi ketika dia belum bersedia keluar dari kamar mandi karena masih ingin main, maka dengan lancarnya kita katakan "hayooo ada apa itu di kamar mandi?? hayooo..ada hantu dek!"


2. "ayoo makan atau nanti mama panggil dokter mau? biar kamu di kasih obat trus di suntik?!"

3. anak merengek minta ikut begitu melihat mamanya berdandan seperti biasanya bila mengajak dia bepergian ke mal atau ke tempat menyenangkan lainnya. Namun kali ini sang mama tidak hendak mengajaknya.."kamu di rumah saja, orang mama mau ke rumah sakit. Apa kamu mau disuntik?"

4. "jangan lakukan atau nantiiii bla bla bla..."

Terkadang kita -orang dewasa- dipaksa untuk menaikkan tingkat menakuti - nakuti tadi menjadi lebih tinggi karena mereka -anak - anak- telah menjadi kebal akan ancaman sebelumnya, sebab terlalu seringnya kita gunakan. Oke lah kita anggap semua trik tadi sukses. Tapi tahukah kita kelak ucapan atau perbuatan kita tadi menjadi momok menakutkan bagi kita sendiri. Sehinggakan membuat kita berada pada situasi dimana pada akhirnya terpaksa menjilat ludah sendiri. Kok bisa?

Mari kita renungkan kembali...


Ketika anak sakit, kemudian dia butuh untuk ke rumah sakit, diperiksa dokter lalu meminum resep obat yang diberikan, maka salah siapa bila anak kita menjadi memberontak? Takut tidak karuan dengan rumah sakit, dokter, serta enggan meminum obat?

Ketika anak kebelet buang air kecil, maka salah siapa kalau kemudian dia lebih memilih ngompol di celana daripada harus ke kamar mandi sendirian?

Mungkin menakut - nakuti yang seringkali mudah kita lakukan, sesaat terlihat sukses. Namun ke depannya kecerobohan kita sebagai orang dewasa yang dengan dalih pembenaran apapun telah menjadikan menakut - nakuti ini sebagai strategi menghentikan mereka, patut berfikir ulang. Bukankah pendidikan itu sedari dini?

Sendal Cewe HAND MADE

>> Selasa, 09 November 2010


Sendal Cewe HAND MADE
bukan barang ITC
export kuality (sampe ke spanyol)

ready stock ukuran gede (41 - 43)



***ukuran 36 - 40 SOLD OUT

English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

tamu

28050

Pengikut

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP